WELCOME......WELCOME......WELCOME.....WELCOME......WELCOME......WELCOME ....... WELCOME ..... WELCOME ...... INDONESIA-BLOGGER

Tuesday, April 2, 2013

FISHING PLACE ........

MANGROVE .......



KALANGANYAR SEDATI .......






DELTA FISHING .......







Sunday, March 31, 2013

MAAFKAN IBU, MALAIKAT KECILKU ....

malam belum seberapa tua, mata ank sulung q blm juga bs dipejamkan.
beberapa buku telah habis kubacakan hingga aku merasa semakin lelah.
"kamu tidur dong Dila, Ibu capek nih baca buku terus, kamunya nggak tidur-tidur." pintaku.

ditatapnya dalam wajahku, lalu kedua tangannya yang lembut membelai pipiku.
Dan, oh Subhanallah, kehangatan terasa merasuki tubuhku ketika tanpa berkata-kata diciumnya kedua pipiku.
Tak lama, ia minta diantarkan pipis dan gosok gigi.
ia tertidur kemudian, sebelumnya diucapkannya salam dan maafnya untukku.
"Maafin kakak ya Bu. Selamat tidur." ujarnya lembut.

Kebiasaan itulah yang berlaku dikeluarga kami sebelum tidur.
Aku menghela nafas panjang sambil kuperhatikan si sulung yang kini telah beranjak sembilan tahun.
itu artinya telah sepuluh tahun usia pernikahanku dan suami.

Dentang waktu didinding telah beranjak menuju tengah malam.
Setengah dua belas lewat lima menit ketika terdengar dua ketukan di pintu.
itu ciri khas suamiku.
seperti katanya barusan di telepon, bahwa ia pulang terlambat karena ada urusan penting yang tak bisa ditunda besak.

Suamiku terkasih sudah dimuka pintu.
Cepat kubukakan pintu sambil menjawab salam.
"Anak-anak sudah tidur?" pertanyaan itu terlontar setelah ia bersih-bersih dan menghirup air hangat yang aku suguhkan.
"Sudah" jawabku singkat.

"Kamu capek sekali kelihatannya. Dila baik-baik saja?" Aku mengangguk.
"Aku memang capek. Tapi aku bahagia sekali, bahkan aku ingin seperti ini seterusnya."
Lelaki berusia tiga puluh tahun itu menatapku dengan sedikit bingung.
"akan selalu ada do'a untukmu, karena keikhlasanmu mengurus anak-anak dan suami tentunya.
Dan aku akan minta pada Allah untuk memberimu pahala yang banyak." hiburnya kemudian.

Aku tahu betapa ia penasaran ingin tahu apa yang hendak aku katakan, tapi ia tak mau memaksaku untuk bercerita.
Tak sanggup aku menahan gejolak perasaan dalam dada yang sepertinya hendak meledak.
Kurangkul erat tubuhnya.
"Maafkan aku mas." bisikku dalam hati.

Pagi ini udara begitu cerah.
Dila, sulungku yang semalam tidur paling akhir menjadi anak yang lebih dulu bangun pagi.
Bahkan ia membangunkan kami untuk sholat subuh bersama.
Mandi pagi pun tanpa dikomandoi lagi.
Dibantunya sang adik, Helmi, memakai celana.
Dila memang sangat terampil membantuku mengurus adiknya.
Tak hanya itu, menyapu halaman pun ia lakukan.
Tapi itu dengan catatan, kalau ia sedang benar-benar ingin melakukannya.
Kalau "angot"nya datang, wah .... wah .... wah ....

Inilah yang ingin aku ceritakan.
Dila kerap marah berlebihan tanpa sebab yang jelas, sampai membanting benda-benda didekatnya,
menggulingkan badan dilantai dan memaki dengan kata-kata kotor.

Memang aku pernah melakukan suatu kesalahan saat aku kesal menghadapi ulahnya.
Saking tak tertahannya kesalku, aku membanting pintu dan itu dilihatnya.
Wajar saja kalau akhirnya Dila meniru perbuatanku itu.
Penuh rasa kesal saat itu, aku berjanji untuk tidak melakukan hal itu kembali.
Kuberikan penjelasan pada Dila bahwa aku salah dan hal itu tak boleh ia lakukan.
Entah ia mengerti atau tidak.

Hari itu Dila bangun agak siang karena kebetulan hari minggu, pakaiannya basah kena ompol.
Padahal ia tak biasanya begitu.
segera saja kusuruhnya mandi.
Tapi Dila menolak, dengan alasan mau minum susu.
"Boleh, tapi setelah minum susu, kakak segera mandi ya karena baju kakak basah kena ompol" Dila menyetujui perjanjian itu.
Tapi belum lagi lima menit setelah habis susu segelas, ia berhambur keluar karena didengarnya teman-temannya sedang main.
Mandipun urung dikerjakan.
Aku masih mentolelir.
Tapi tak lama berselang "Kak Dila, Mandi dulu" aku setengah berteriak memanggilnya karena ia sudah berada diantara kerumunan anak yang sedang main.
"sebentar lagi bu, kakak mau lihat Nisa dulu" begitu jawabnya.

Aku masih belum bereaksi.
Kutinggal ia sebentar karena Helmi merengek minta susu.
Setelah membuatkan susu untuknya, aku keluar rumah lagi.
Kali ini menghampiri Dila.
"Waktumu sudah habis, sekarang kamu mandi" bisikku pelan ditelinganya.
Dila bereaksi menamparku keras,"nanti dlulu!" aku tersentak, mendadak emosiku membludak.
Aku balas menampar Dila hingga meninggalkan bekas merah di pipi kanannya.
Tanpa berkata-kata lagi, kuseret tangannya sekuat tenaga.
Dila terus meronta.
Kakiku digigitnya.
aku balas dengan mencubit.
Layaknya sebuah pertarungan besar kami saling memukul dan meninggikan suara.
Setibanya di kamar mandi Dila ku guyur berulang-ulang, kugosok badannya dengan keras,
kuberi sabun dan ku guyur lagi hingga ia tampak gelagapan.
Aku bener-benar kalap.
Selang beberapa menit kemudian, kukurung Dila dikamar mandi dalam keadaan masih tidak berpakaian.
Ia menggedor-gedor pintu minta dibukakan. Berulang kali ia memaki dan mengatakan akan mengadukan kepada ayah.

Tak berapa lama kemudian suara Dila melemah, hanya terdengar suara isak tangisnya.
Aku membukakan pintu dengan mengomel.
"makanya, kalau disuruh mandi jangan menolak, ibu sampe capek, daritadi kamu menolak mandi terus.
Awas ya kalau seperti ini lagi.
Ibu akan kunci kamu lebih lama lagi. Paham !", entah ia mengerti atau tidak.
Dila hanya menangis meski tidak lagi meraung.

Setelah rapi berpakaian, menyisir rambut dan makan.
Dila seolah melupakan kejadian itu.
ia pun asyik kembali main dengan teman-temannya.
Peristiwa itu tidak hanya satu dua kali terjadi.
Tidak hanya pada saya(ibunya) tapi juga pada ayahnya.
Tapi, cara suamiku memperlakukan Dila sangat berbeda.
Barangkali memang dasarnya aku yang tidak sabar menghadapi anak rewel.
Tiap kali itu terjadi, cara itulah yang aku lakukan untuk mengatasinya.
bahkan mungkin ada yang lebih keras lagi dari itu.

Tapi apa yang dilakukan Dila pada saya, Subhannallah, Dila tak pernah menceritakan perlakuanku terhadapnya kepada siapapun.
Seolah ia pendam sendiri dan tak ingin diketahui orang lain.
akupun tak pernah menceritakan kepada suami, kwatir kalau ia marah.

padahal Dila itu anak kandungku, anak yang keluar dari rahimku sendiri.
Aku kadang membencinya, tidak memperlakukan dia layaknya aku memperlakukan Helmi (adiknya).
Dila anak yang cerdas.
Selalu ceria, gemar menghibur teman-temannya dengan membacakan mereka buku yang tersedia dirumah. bahkan teman-temannya merasa kehilangan ketika Dila menginap dirumah neneknya walau hanya dua malam.

Belaian lembut tangan suamiku menyadarkan aku.
Kulepas pelukanku perlahan.
Tak sadar air mata menyelinap keluar membasahi pipi.
"Sudahlah, malam semakin larut. Ayo kita tidur' ajaknya lembut.
Aku berusaha menenangkan gemuruh dibatinku.
Astaghfirullah, aku beristighfar berulang kali.
"Aku mau tidur dekat Dila ya?" pintaku.
Lagi-lagi kearifan suamiku membuatku semakin merasa bersalah.
Kuhampiri Dila yang tampak pulas memeluk guling kesayangannya.
Siswa kelas tiga SD itu begitu baik hati.
Aku malu menjadi ibunya yang kerap memukul, berkata-kata dengan suara keras dan ...
oh ... Dila maafkan ibu.

Disisi Dila malaikat kecilku, aku bersujud di tengah malam.
"Ya Allah, melalui Dila, Engkau didik hambamu ini untuk menjadi ibu yang baik.
Akku bermohon ampunan kepada-Mu atas apa yang telah kulakukan pada keluargaku, pada Dila.
Beri hamba kesempatan memperbaiki kesalahan dan ingatkan hamba untuk tidak mengulanginya lagi.
Dila maafkan ibu nak, kamu banyak memberi pelajaran buat ibu."

Sebuah renungan untuk para ibu (termasuk saya didalamnya).
Semoga kita semakin menyayangi anak-anak dan memperlakukan mereka dengan baik. Sebagaimana diingatkan dalam sebuah hadits Nabi SAW agar manusia menyayangi anak-anaknya.
Ketika Aqra' bin Habis At Tamimi mengatakan bahwa ia memiliki sepuluh anak tapi tak pernah mencium salah seorang diantara mereka,
Rasullullah SAW bersabda "barang siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak disayangi" (HR. Bukhari dan Tirmizi)



from : Eramuskim
by gdz
sumber ; cerpen islami_[kisah islami]

Monday, March 18, 2013

DENGARLAH SAYANG ......

Aku disini terdiam diteras rumahku
Menatap hujan yang turun kala itu
Lamunan tentangmu .....
hadir temani waktuku ...

Tak terasa lamunan itu mulai mengusik hati
Air mata ini pun mulai tak terbendung lagi
Air mata ini menghiasi wajah ku kala itu
dan hujan pun terasa begitu syahdu

Rinduku padamu tak mampu aku bendung
Sungguh tak mampu aku hapus rasa itu .....
 
Aku tak tahu
Apa yang salah pada diri ku
hingga terjerat oleh cintamu .....

Cemburu
ya, aku cemburu pada dia yang mampu miliki dirimu

Andai aku bisa
Aku ingin miliki dirimu dan berbagi cinta hanya denganmu 
 Andai aku boleh meminta
Cobalah terus peluk diriku dan miliki aku

Andai kau mampu, dengarlah pintaku
Janganlah kau tinggalkan aku ......
Tetaplah menjadi milikku .....
dan Setia menemaniku hingga akhir hidupku  ^_^

Saturday, March 9, 2013

MASIHKAH ?????

Masihkah angin malam ini bertiup dengan lembut
Setiap candamu pengobat luka dihati

Masihkah ada cinta di dunia ini
 Seperti embun pagi yang murni

Mungkinkah tebaran kasih sayang itu ada
Dapatkah menjelmakan bahagia


Masihkah kau tetap bersamaku
Adakah sisa waktumu milikku

Masihkah canda dan tawa kau beri padaku 
Saat dimana kau selimuti luka dan sedihku

Masihkah kau berikan senyuman itu hanya untukku
 Tutur manis mu  mampu teduhkan rasaku

Masihkah kau beri sejuta makna untukku
Goresan darimu adalah teman pelepas dukaku
Sebagai pengganti dirimu ^_^
 

Thursday, February 28, 2013

KATA CINTA BUAT KAMU

Cinta tidak pernah meminta, ia senantiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

Ada 2 tetes air mata mengalir di sebuah sungai. Satu tetes air mata itu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab tetes air mata kedua itu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja.”

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat –Hamka-

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.sampai akhir ...

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

Tuhan ciptakan 100 bagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya karena takut anaknya terpijak.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, karena sungai mengalir selamanya.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka~

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengobati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)

Sunday, February 24, 2013

ES KOPYOR

bahan :

1 bungkus agar-agar putih
400 ml santan
es batu secukupnya
air secukupnya
syrup secukupnya

cara membuat :

  1. masak agar-agar putih + santan
  2. tuang agar-agar sesendok demi sesendok diatas es batu (membuat kopyornya)
  3. siapkan segelas air syrup
  4. masukkan kopyor dalam segelas air syrup
  5. tambahkan es batu & es kopyor siap dinikmati

Saturday, February 16, 2013

Nidji - Dosakah Aku (Album Let's Play 2009)

dosakah aku mencintaimu...
mendampingimu...inginkanmu...

aku manjadi...diri sendiri...
tak peduli...apa kata dunia...
ku nanti hari ketika...
cinta datang...cinta menang...

jadi sayangku...bertahanlah...
bila terkadang mulutnya kejam...

peluklah aku...jangan menyerah...
mereka bukan hakim kita...

bintang yang mempertemukan kita...
cinta yang mempertahankan kita...
ooh...tuhan dengarkan doa...
dari cinta yang terlarang...

rasa yang mempersatukan kita...
cinta yang mempertahan kita...
ooh...tuhan dengarkan doa...
dari cinta yang terlarang...

cinta dan rasa bersatu di doa...
berharap cinta kita yang terlarang...
berharap cinta kita yang kan menang...